14 Juli 2008

From Bandung with Love


Alhamdulillah, chemistry di antara kita tetap kuat (special untuk rekans yang menghadiri acara “Janjian Ketemuan” ini). Tali silaturrahim semakin erat. Kita sudah seperti keluarga besar. Menggali kenangan masa lalu, ibarat merangkai manik- manik kalung kehidupan yang tak ternilai harganya. Untuk memperkaya batin, menyegarkan fikiran yang selama ini hanya berkutat dalam lingkaran ekonomi material. Kebersamaan kita adalah kekayaan non materi!! ( Maka rugilah teman-teman yang tidak bergabung, karena tidak sempat menikmati kekayaan ini ).


Buat teman-teman se-alumni, maksudnya supaya teman-teman yang lain dapat ikut merasakan bahwa kami semua telah menjalani berbagai terapi selama pertemuan. antara lain:

a. Terapi Oksigen
Pertemuan dilakukan di daerah pegunungan dengan ketinggian 1.250 dpl ( bukan di atas permukaan laut, tapi di perkirakan lebih banyak salahnya). Di sini kadar oksigennya lebih rendah, namun lebih murni alias lebih sedikit polusinya. Kadar oksigen yang lebih rendah memaksa paru-paru mengembang lebih besar dan hemoglobin bertambah.

b. Terapi ketawa
Dengan banyak tertawa, otak mengeluarkan hormon endorfin, yaitu morfin alami. Hormon ini menyebabkan perasaan bahagia, menghilangkan rasa sakit dan stress.

c. Terapi fisik
Di Ciwangun Indah Camp, kami melewati lebih dari 100 anak tangga ( mungkin Ridwan dengan pe-de bisa menyebut jumlahnya sampai satuan terkecil, tapi hati-hati karena belum tentu benar, he..he…). Flying fox yang melintasi lembah, dan playing soccer di Rumah Strawberry. Gegap gempitanya mampu menyaingi piala eropa. Dan kepiawaian Yayan menggocek bola mengingatkan kami pada kelicikan Maradona di piala dunia (lho, apa hubungannya ya?)

Laporan Urutan Kegiatan:
Awalnya Des 2007 : Pertemuan di Tapos Bogor menetapkan Pertemuan selanjutnya di Jogja. Namun pada bulan Mei - Juni 2008 dilakukan Pembatalan keputusan pertama dan terbit keputusan baru bahwa pertemuan selanjutnya di Bandung pada awal Juli 2008.

Persiapan Kegiatan:
Dewi Sarah keluar masuk hotel di Bandung untuk membooking kamar untuk teman- teman dari luar kota. Pesanan kamar hotelpun mengalami degradasi dari awal hotel bintang 5 sampai akhirnya hotel melati 5. Itupun didapat setelah Dewi yang nyaris putus asa memutuskan untuk keluar jalan kaki malam-malam mencari inspirasi yang malah menuntun langkahnya menuju Hotel Pilatus yang jaraknya hanya sepeminuman teh dari rumahnya.

Pelaksanaan Kegiatan:
Jumat siang, 4 Juli 2008 : Meli datang, dijemput Dewi dan langsung diamankan di rumahnya. Di sana Mayor Eko bergabung dan langsung menginterogasi sampai malam. Wah…
Jumat malam, 4 Juli 2008 : Bang En datang bersama Fatin dan Syahid dan langsung diamankan di rumahku.
Sabtu, 5 Juli 2008:Dewi dkk menggabungkan diri di Sariwangi. Disusul kedatangan Dian Bniarie dan rombongannya. Setelah bolak balik menelepon, akhirnya Erry & Yayan sekeluarga juga sampai di Sariwangi. Mayor Mirza ( ini sebagai ralat, karena sebelumnya disebut kapten, mohon maaf kepada ybs), sempat bergabung sebentar namun tidak ikut ke ciwangun. Iring-iringan pun bergerak menuju Ciwangun Indah Camp. Ridwan & keluarga bergabung di sini.
Kegiatan selama di sini akan disampaikan melalui foto.
Jam 16.30
Bergerak menuju Rumah Stroberi, Heni telah menunggu di sini ditemani Dewi, Eko dan Meli.
Jam 19.00
Kembali ke penginapan masing-masing. Di sini bergabung 2 orang angkatan 85, yaitu Agus dan Johan.

Ucapan-ucapan:
1. Selamat Ulang Tahun untuk Dian Bniarie yang hari jadinya 5 Juli. Yang ke berapa? Enggak usah disebutlah, hitung aja sendiri. Semoga selalu sehat dan bahagia. Terima kasih sudah mengcover Rumah Stroberi.
2. Selamat untuk Ridwan yang sudah tampil beda dengan perut yang lebih rata. Selamat untuk promosinya sebagai South East Asia Manager, namun pesan kami semua jangan lupa tugas utamanya sebagai Manajer Arya (alias manajer untuk anak sendiri supaya tidak mengikuti sifat bapaknya,…. sifat jelek maksudnya, kalau sifat yang bagus sih malah kami doakan!)Juga selamat untuk Ny. Ridwan yang telah berhasil mensupport program diet suami.
3. Terima kasih untuk Dewi Sarah untuk segala usahanya, mulai dari memesan hotel sampai memesan Rumah Stroberi, dan lain-lain yang tidak dapat disebutkan. Termasuk menyediakan Bandrek khusus untuk orang Dewasa. Erry antusias banget memberikannya untuk Yayan yang menerimanya sambil tersipu-sipu. Yang lain barangkali malu-malu. Itulah yang menyebabkan kami mengirimkan bandrek tersebut ke hotel, siapa tau ada yang perlu! He…he..
4. Salut untuk Meli dan Bang En atas perjuangannya untuk mencari tiket ke Bandung. Tak ada rotan akar pun jadi, tak dapat tiket kereta, naik travelpun jadi.
5. Terima kasih untuk Erry dan Yayan yang telah berhasil mengkoordinir teman-teman di Jakarta-Bandung untuk hadir, kabarnya Erry menggunakan berbagai cara untuk membujuk, mulai dari merayu, mengancam sampai mengintimidasi, he..he…
6. Angkat topi untuk Heni KC, yang rela menempuh kemacetan untuk bergabung dengan rekan-rekan di rumah Stroberi dan langsung kembali bekerja malam harinya. Luar biasa!
Ternyata, walaupun langsing, Henni mampu berkolaborasi dengan Eko untuk menghabiskan seperiuk nasi liwet, entah karena saking laparnya atau insting yang membuatnya harus survive berkompetisi dengan Eko.
7. Terima kasih juga untuk Mayor Eko Oswari yang tetap semangat mengikuti pertemuan walaupun baru ketauan menderita Valley Phobia yaitu perasaan takut berada di lembah. Ini berkaitan erat dengan profesi beliau sebagai tentara. Dan pengalaman di lapangan menunjukkan bahwa lembah merupakan tempat yang sangat tidak aman karena bisa menjadi sasaran empuk musuh dari atas. Dan menurut Eko, flying fox melintasi lembah bukanlah apa-apa, karena beliau biasa melakukan flying fox dengan rute yang lebih jauh, lebih tinggi, dan yang lebih dahsyat lagi tanpa menggunakan pengaman sambil ditembaki dari bawah. Gratis lagi! (Mungkin beliau lupa, menceritakan pengalaman waktu perang)
8. Mayor Mirza, yang tetap menyempatkan hadir walaupun tidak bisa mengikuti acara secara keseluruhan. Maaf kami sempat menyatroni rumahmu tanpa pemberitahuan sebelumnya. Soalnya Bang En kangen banget pingin ketemu, dan Meli penasaran ingin melihat wajah Mirza yang selama ini lenyap dari memorinya.
9. Last but not least, special thanks to Mr. Yudi Limbar Yasik atas segala perhatian, kesabaran dan pengertian to accomodate everything I need and everything I want. (Nanti ini kita bahas lebih dalam berdua aja ya, yang lain gak usah ikutan, lagian ini khusus dewasa, jadi disensor, soalnya di sini banyak anak kecil, husy..!)

Buat anak-anak tersayang: Diaz, Diar, Dylan, Dana, Rafif, Sheren, Fatin, Syahid, Ryan, Sophie dan Arya. Semoga pertemuan demi pertemuan, semakin mengikat tali persahabatan di antara kalian.

Juga untuk berbagai pihak yang ikut berperan serta dalam acara ini: mbak2 pengasuh yang cantik-cantik ( untung Hamdi gak ikut, karena menurut Yayan, Hamdi suka nanyain mbak2 yang cantik, he…he.. sorry, becanda..), keluarga2 lain yang ikut berpartisipasi, mbak Tia yang memandu acara permainan anak-anak di sungai, dan lain-lain yang susah disebutkan satu persatu .
Buat yang batal hadir, Sahala & Kel, Febry & Kel, mudah-mudahan next time bisa ikut, lunch yang kami siapkan buat kalian kabarnya dibagi-bagikan buat Satpam hotel.
Buat Sansan, terima kasih ikut bergabung, kak Agus & Johan, lain kali jangan kemaleman ya.

Buat mang Fadil, terima kasih sudah menggoogle earth kan rumahku, walaupun belum sempat ditandai karena acara sudah keburu berlangsung.

Demikianlah laporan ini dibuat untuk dilengkapi oleh teman-teman yang lain. Untuk pertemuan selanjutnya, dijadwalkan akhir tahun di Jogja. Kali ini mohon direalisasikan dengan seksama dan jangan sampai dipindah lagi. Demikian undangan khusus dari H. Hamdi di Jogja.

Bandung, 7 Juli 2008
From Bandung with Love,
Yuli Ramunda Yasik

Tidak ada komentar: